Kembalinya The Reds ke Perburuan Gelar Musim Ini

Target Angkat Trofi Musim Ini

Menjalani musim kedua nya menangani Liverpool, Jurgen Klopp menargetkan The Reds untuk bisa memenangkan gelar juara Liga Premier Inggris. Manajer asal Jerman tersebut percaya diri bahwa skuad asuhannya mampu bersaing dengan tim-tim kandidat juara lainnya untuk mengangkat trofi musim ini.

kembalinya-the-reds-ke-perburuan-gelar-musim-ini-1

Mengawali musim kompetisi 2016-2017 ini, perjalanan Liverpool untuk menembus empat besar klasemen Liga Inggris bisa dibilang lumayan buruk. Terbukti dalam tiga laga awal tim yang bermarkas di Anfield tersebut hanya berhasil mengumpulkan total empat poin.

Hasil seri ketika menghadapi Tottenham Hotspurs menjadi titik balik klub asal Merseyside tersebut. Pelan tapi pasti, Liverpool yang mulai menemukan ritme permainan mereka, terbukti dengan hasil fantastis dalam tiga laga beruntun 4-1 atas Leicester City, 2-1 atas Chelsea, serta yang terbaru adalah 5-1 dalam laga kontra Hull City.

“Menurut saya begitulah seharusnya Anda melakukan hal dalam hidup anda, memanfaatkan waktu untuk membuat beberapa momen yang nantinya dapat dinikmati bersama. Dan saat anda kembali mengingatnya, Anda akan berpikir bahwa hal itu adalah momen terbaik yang pernah anda ciptakan dalam hidup,” sebut Klopp.

“Hal seperti ini tidak akan terjadi jika tim menghuni posisi di bawah 5 besar. Anda yakin dengan kualitas yang kita miliki, tau apa yang jadi harapan semua orang. Ini merupakan sebuah perubahan besar bagi kamu. Banyak orang yang menginginkan kami mengangkat trofi musim ini,” sambung mantan pelatih Dortmund tersebut.

kembalinya-the-reds-ke-perburuan-gelar-musim-ini-2

Klopp Minta Para Pemain Jangan Terlalu Cepat Puas

Eksistensi Liverpool saat ini bisa dibilang sebagai semacam ironi. Bagaimana tidak, The Reds merupakan satu-satunya dari beberapa klub elite Inggris (Arsenal,Chelsea,Manchester United, Manchester City) yang belum pernah sekalipun menjuarai liga sejak kompetisi Football League First Division berubah nama menjadi Premier League.

Berdasarkan hal tersebut, bukan hal aneh jika setiap manajer yang menangani The Reds selalu memiliki ambisi besar untuk dapat mengangkat trofi Liga Premier, “Oh ya, itu tentu saja benar jika kami ingin menjuarai kompetisi musim ini yang saya sendiri pun bahkan tidak tahu apakah hal tersebut akan terjadi.”

“Saya hanya bisa bilang bahwa intinya kami akan terus berjuang untuk hal tersebut. Secara kualitas kami juga terbilang tidak terpaut terlalu jauh dari tim papan atas lainya,” tambah Klopp.

Liverpool kini menduduki posisi empat klasemen sementara Liga Premier Inggris usai hasil positif tiga laga berturut-turut. Akan tetapi biarpun saat ini aura positif sedang memenuhi kubu Anfield, Jurgen Klopp mengingatkan para pemain untuk tidak terlalu cepat jumawa.

 

Kemenangan besar dalam tiga laga beruntun The Reds bukan berarti membuat sang manajer merasa cukup. Klopp menganggap bahwa skuad asuhaannya tersebut masih butuh pembenahan di beberapa hal untuk bisa dibilang layak sebagai calon juara Liga Premier Inggris.

Klopp berbicara kepada media setempat, “Sekarang merupakan awal yang baik untuk kami, banyak momen baik yang terjadi pada kami. Akan tetapi perburuan gelar musim ini belum berakhir,” tambah Klopp.

“Masih ada empat bulan tersisa (Januari-Mei), jadi perjalanan ini akan masih sangat panjang. Bisa diibaratkan seperti ini, apa anda akan melihat seorang pelari merayakan kemenangannya dalam lomba 5 km, padahal sebenarnya diamengikuti  lomba 20 km? Tentu tidak kan?” tegas pria asal Jerman tersebut.

“Saya merasa cukup senang melihat penampilan tim sejauh ini, tetapi perjalanan kami masih panjang. Masih banyak hal yang harus kami lakukan,” tutup Klopp.

Pertandingan Liverpool berikutnya adalah bertandang ke markas Swansea City, Liberty Stadium dalam Matchday 7 Liga Premier Inggris, 1 Oktober 2016 mendatang. Dan tiga poin merupakan target utama The Reds untuk mengamankan posisi empat besar musim ini.

Liverpool 3-0 Derby County

liverpool-3-0-derby-county

Coutinho Jadi Pahlawan Liverpool

Liverpool sukses menghajar klub Championship Division, Derby County dengan tiga gol tanpa balas dalam laga putaran ketiga Piala Carling di Pride Park Stadium, Derby, pada Rabu dini hari WIB.

Tidak ingin meremehkan kekuatan tim lawan, arsitek The Reds, Jurgen Klopp justru tetap menurunkan beberapa pemain inti seperti Nathaniel Clyne, Jordan Henderson, Philippe Coutinho, dan Roberto Firmino.

Keputusan Klopp menurunkan sejumlah para pemain inti sukses membuat Liverpool mendominasi sepanjang laga. Hasilnya, bek Ragnar Klavan sukses membuka keunggulan The Reds melalui gol nya yang tercipta pada menit ke-24.

Bermula dari sepak pojok, Coutinho berhasil mengirim bola ke arah Klavan. Gagalnya bek Derby County, Richard Keogh, membuang bola dengan sempurna sukses disambar Klavan untuk mengoyak gawang Derby County.

Skor 1-0 untuk keunggulan Liverpool pun bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Liverpool masih tetap mendominasi laga. Dan pada menit ke-50, Coutinho sukses menggandakan skor menjadi 2-0. Berbeda dengan gol pertama, kali ini Firmino lah yang menjadi aktor dibalik gol Coutinho yang berhasil mengecoh kiper Jonathan Mitchell.

The Reds menutup pertandingan dengan hasil sempurna dengan tambahan satu gol pada meni ke-54. Lagi-lagi, Countinho mengirim umpan manis untuk kemudian dikonversi Divock Origi menjadi gol penutup. Pertandingan berakhir dengan skor 3-0 untuk tim asuhan Jurgen Klopp.

liverpool-3-0-derby-county-1

Klopp : Derby County Memiliki Ambisi Besar

Beberapa saat sebelum pertandingan, Jurgen Klopp sempat mengungkapkan persiapan tim asuhannya untuk bentrokan Piala Carling kontra Derby County.

“Saya seringkali mennonton pertandingan Championship Division (divisi kedua Liga Inggris). Saya tertarik menyaksikan permainan dari Huddersfield (salah satu klub Championship). Ya setidaknya, saya jadi tahu karakter permainan klub-klub lainnya,” ujar Klopp.

“Mereka (Derby County) merupakan klub dengan ambisi besar. Memang saat ini mereka belum berhasil meraih hasil bagus, namun hal tersebut menurut saya tidak mempengaruhi mereka dalam turnamen seperti ini. Jika saya manajer Derby, saya pasti akan menjadikan kompetisi ini sebagai titik balik tim.”

“Mereka tidak memiliki tekanan. Jadi, menurut saya ini adalah peluang besar bagi mereka. Ya, kami bahkan telah menganalisa pertandingan yang mereka jalani. Tak banyak gol yang tercipta memang, tetapi mereka kerap menciptakan banyak peluang,” Klopp menambahkan.

Derby County menempati posisi 20 klasemen sementara Championship yang diisi oleh 24 klub. Sepanjang keikutsertaannya dalam kompetisi sepak bola profesional Inggris, klub yang berdiri sejak 1884 tersebut tercatat telah sukses meraih dua gelar Liga Inggris pada tahun 1972 dan 1975.

Susunan pemain :

Derby County: 35-Jonathan Mitchell; 2-Cyrus Christie, 6-Richard Keogh, 16-Alex Pearce, 29-Marcus Olsson (25-Marcus Lowe 64); 15-Bradley Johnson, 12-Chris Baird (10-Tom Ince 46), 18-Jacob Butterfield, 19-Will Hughes, 24-Andreas Weimann (30-Timi Elsnik 55); 11-Darren Bent

Manajer: Nigel Pearson

Liverpool: 1-Loris Karius; 2-Nathaniel Clyne, 32-Joel Matip, 17-Ragnar Klavan, 18-Alberto Moreno; 14-Jordan Henderson (23-Emre Can 57), 21-Lucas Leiva, 10-Philippe Coutinho (28-Danny Ings 63); 11-Roberto Firmino (53-Oviemuno Ejaria 78), 27-Divock Origi, 16-Marko Grujic

Manajer: Jurgen Klopp

Wasit: Graham Scott

Sadio Mane, Transfer Tersukses The Reds Musim Ini

sadio-mane_ap-m

Rekrutan Tersukses Musim Ini

Rekrutan teranyar Liverpool, Sadio Mane, tampaknya semakin menunjukan kontribusinya bagi kubu The Reds. Sebuah gol kembali sukses dicetak Mane saat Liverpool menghajar sang tamu (yang kebetulan juga merupakan juara Liga Premier Inggris musim lalu) , Leicester City dengan skor akhir 4-1 pada Sabtu (10/9/2016) lalu.

Bentrokan dengan sang juara bertahan di Anfield pada Sabtu lalu tersebut semacam pembuktian akan performa Sadio Mane yang terus mennanjak sejak musim kompetisi 2016-2017 bergulir.

Sejauh ini, dua gol serta tiga assist sukses dicatatkan Sadio Mane sejak dirinya bergabung bersama The Reds. Raihan hasil tersebut cukup untuk membawa Liverpool bertengger di posisi lima klasemen sementara Liga Premier Inggris musim ini dengan perolehan total tujuh poin, selisih lima poin dari pemimpin klasemen saat ini, Manchester City.

Performa impresif Mane bersama skuad asuhan Jurgen Klopp tersebut kini menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Bahkan banyak kini yang mensejajarkan sosok pemain berusia 24 tahun tersebut dengan salah satu legenda The Reds, John Barnes.

Kelincahan serta penyelesaian akhir efektif pemain sayap legendaris The Reds era 1987-1997 tersebut memang terkenal cukup disegani para pemain belakang lawan pada masanya.

Disejajarkan dengan Legenda The Reds

Ditanya tentang pujian yang menghujani dirinya, mantan pemain Southampton tersebut menjawab dengan penuh kerendahan hati, “Disejajarkan dengan nama seorang pemain legendaris merupakan sebuah perolehan yang luar biasa, namun saya bahkan masih sangat muda dan akan terus belajar.

“Saya merasa saya harus memberikan kontribusi terbaik saya untuk tim dan hal yang paling penting yaitu tetap berusaha untuk ke depannya bersama Liverpool,” komentar Mane.

“Seorang penyerang pasti akan merasa senang jika mengetahui kehadiran sosoknya ditakuti para pemain belakang lawan. Ya tentu saja, karena hal itu tentu akan memudahkan bagi saya untuk melakukan tugas saya di lini depan,” Mane menambahkan.

Saido Mane yang merupakan lulusan dari akademi Metz tersebut juga menyebutkan bahwa dirinya merasa sangat mudah beradaptasi dengan gaya bermain ala Jurgen Klopp.

Hal tersebut menurut Mane juga merupakan salah satu faktor pendukung atas performa menakjubkannya meski ini merupakan musim perdananya  bersama The Reds.

“Saat anda bergabung dengan tim baru, kadang sulit rasanya untuk beradaptasi ke dalam permainan tim tersebut. Namun bagi saya, sejak saya bergabung bersama Liverpool, bermain di sini rasanya terlihat mudah .

“Belum lagi dengan dukungan jajaran pemain luar biasa semacam (Daniel) Sturridge, (Philippe) Coutinho, serta (Roberto) Firmino. Saya merasa cukup mudah beradaptasi dengan gaya bermain disini dan juga saya berharap untuk kedepannya sayabisa mencetak lebih banyak gol untuk Liverpool,” tutup penyerang kelahiran Sedhiou tersebut.

Liverpool mendatangkan Sadio Mane dengan biaya transfer sebesar 33 juta pounds (atau setara Rp 598 miliar) dari Southampton pada bursa transfer musim panas lalu. Nilai tersebut merupakan nilai transfer kedua termahal sepanjang sejarah yang dikeluarkan kubu The Reds.

Rekor biaya transfer tertinggi yang pernah dikeluarkan Liverpool saat ini masih dipegang oleh transfer Andy Caroll dari Newcastle United yang mencapai 34 juta pounds (atau setara Rp 616 miliar) pada 2011 lalu.