Liverpool Ditahan Imbang Plymouth

Secara mengejutkan, Liverpool hanya bermain imbang kala berhadapan dengan Plymouth Argyle, yang merupakan klub kasta keempat sepakbola Inggris. Laga yang dihelat di Anfield Stadium pada tanggal 8 Januari 2017 lalu, hanya berakhir dengan kedudukan 0-0 dalam putaran ketiga Piala FA.

Liverpool vs Plymouth Argyle

Liverpool hanya mampu bermain imbang kala berhadapan dengan Plymouth dalam babak ketiga Piala FA

Dengan hasil imbang itu, terpaksa The Reds harus mengulang laga melawan Plymouth pada tanggal 19 Januari 2017 mendatang di Home Park. Untuk menentukan siapa yang layak melaju ke babak keempat Piala FA.

Menghadapi klub League Two, sang pelatih Jurgen Klopp mengistirahatkan sejumlah pemain intinya. Klopp menurunkan para muda seperti Ben Woodburn, Ovie Ejaria, Trent Alenxander-Arnold, Kevin Stewart dan Joe Gomez untuk mengisi starting eleven.

Walaupun tampil dengan skuat muda, tetapi The Reds mampu mengancam lini pertahanan lawan. Ejaria, Ojo dan Woodburn berhasil mengobrak-abrik lini belakang tim tamu. Bahkan, Woodburn sesekali melepaskan tendangan jarak dekat, meskipun Luke McCormick masih mampu mengantisipasi arah tembakan dengan sangat baik.

Divock Origi yang dipasang sebagai striker utama hamper saja membawa Liverpool unggul satu gol. Penyerang asal Belgia itu berhasil memenangkan adu fisik dengan Gary Miller di dalam kotak terlarang, setelah menerima umpan silang dari Stewart. Tembakannya pun mampu merobek jala gawang lawan. Tetapi, sang pengadil lapangan terlebih dahulu melihat Origi melakukan pelanggaran. Sehingga, gol tersebut dianulir dan skor masih bertahan 0-0.

Tuan rumah terus mendominasi jalannya pertandingan. Tetapi, lini serang The Reds yang  tak mampu memaksimalkan setiap peluang yang tercipta, membuat gol yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Klopp memasukkan Daniel Sturridge untuk memaksimalkan lini depan The Reds yang menggantikan Emre Can. Tetapi, justru tuan rumah sempat tertekan di menit-menit awal babak kedua. Loris Karius tampil gemilang dibawah mistar gawang. Salah satu penyelamatannya terjadi saat Carey mengeksekusi tendangan bebas di depan kotak penalty.

Dengan masuknya Sturridge, membuat daya gedor The Reds meningkat. Hampir saja penyerang asal Inggris itu membawa timnya unggul, andaikan tembakannya tidak melebar. Roberto Firmino dan Adam Lallana masuk. Namun, kedudukan 0-0 tetap bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Jurgen Klopp Kritik Pemain Muda Liverpool

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp menyatakan bahwa para pemain muda Liverpool kurang bekerja keras. Namun, dirinya tidak menyesali hasil imbang timnya kala bersua dengan Plymouth dalam babak putaran ketiga Piala FA.

Jurgen Klopp

Jurgen Klopp sedikit kritik para pemain muda Liverpool

“Saya tidak menyesali akan hasil imbang tanpa gol. Meskipun kita bermain di kandang sendiri. Tetapi, saya ingin sedikit mengkritik para pemain muda, bahwa mereka kurang bermain maksimal,”

“Kami sejak menit awal bermain dengan baik. Namun, ini bukanlah tim yang dipersiapkan sejak lama. Mereka (pemain muda) terlalu memaksakan untuk keluar menyerang dan terlalu terburu-buru dalam mengambil setiap keputusan. Tim muda ini sejatinya mampu bermain lebih lepas. Sekarang, kami akan siap untuk bertandang ke markas Plymouth,” ungkap pelatih asal Jerman.

Joe Gomez Senang Bermain Selama 90 Menit

Salah satu pemain muda yang mengisi starting XI Liverpool kala menghadapi perlawanan Plymouth, Joe Gomez mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dapat bermain selama satu pertandingan penuh walaupun belum mampu mengantarkan timnya meraih kemenangan.

Joe Gomez

Joe Gomez merasa senang dapat bermain selama satu pertandingan penuh di tim utama Liverpool

“Saya merasa senang dapat bermain selama 90 menit di tim utama.Terlebih lagi saya bermain di Anfield. Hal ini sangat berarti untuk rasa kepercayaan diri saya. Saya akan terus bekerja keras untuk masa depan yang gemilang,” ungkap Gomez.

Kembalinya Liverpool ke Tiga Besar

kembalinya-liverpool-ke-tiga-besar

Tempel City dan Arsenal di Puncak Klasemen

Liverpool kembali mengklaim tempat di papan atas Liga Primer Inggris usai membungkam tuan rumah Crystal Palace dengan skor akhir 2-4 pada laga yang berlangsung Sabtu pekan lalu, di Stadion Selhurst Park. Atas hasil kemenangan pada laga tandang tersebut, The Reds kini naik ke posisi ketiga klasemen saat ini dengan total koleksi 23 poin.

Saat ini Roberto Firmino dkk berhasil menyamai perolehan poin Manchester City sebagai pemuncak klasemen sementara, selisih gol yang membuat Liverpool tertinggal di bawah Citizens dan Arsenal di urutan 1 dan 2. Sementara itu Crystal Palace yang bernasib kurang beruntung kemarin terpaksa merosot ke urutan 12 dengan catatan 11 poin dari total 10 laga hingga saat ini.

Empat gol yang berhasil disarangkan The Reds di markas Crystal Palace tercipta berkat aksi Emre Can di menit ke-16, kemudian disusul Dejan Lovren (21′). Sedangkan kedua gol balasan tuan rumah Crystal Palace tercipta lewat aksi James McArthur pada menit ke-18 dan 33′, sebelum akhirnya sundulan dari Joel Matip pada menit (44′) serta gol tambahan dari Roberto Firmino di menit (71′) memastikan kemenangan skuad asuhan Klopp.

kembalinya-liverpool-ke-tiga-besar-1

The Reds sebenarnya bisa saja menambah keunggulannya pada menit ke-88 andai saja tembakan Countinho tidak berhasil diamankan kiper Crystal Palace, Mandanda. Dan hingga peluit tanda laga berakhir tim tamu berhasil mempertahankan keunggulannya, skor akhir 2-4 untuk Liverpool.

Menempatkan Christian Benteke sebagai ujung tombak serangan, Crystal Palace yang bermain di hadapan para pendukungnya menerapkan skema 4-2-3-1. Sedaangkan tim tamu  Liverpool setia menggunakan skema 4-3-3 andalan Jurgen Klopp dengan menyerahkan tugas lini depan kepada trisula penyerang Philippe Coutinho, Roberto Firmino, dan Sadio Mane.

Statistik pertandingan mencatat skuad asuhan Jurgen Klopp tampil mendominasi laga dengan total 55% penguasaan bola, dan juga tercatat 10 tembakan sukses menemui sasaran dari total percobaan sebanyak 17 kali. Sementara tuan rumah Crystal Palace hanya mencatat 6 tembakan akurat dari total 7 kali percobaan.

Meski Menang Klopp Tetap Kritik Performa The Reds

Terlepas dari kemenangan besar di markas Crystal Palace pekan lalu, Manajer The Reds, Jurgen Klopp, mengaku tidak begitu puas dengan hasil pertandingan yang digelar di Stadion Selhurst Park tersebut. Menurut sang manajer, skuad asuhannya tersebut terbilang cukup lambat dalam melakukan start. Dan Klopp juga menilai bahwa lini belakang Liverpool kerap melakukan banyak kesalahan dalam laga pekan lalu.

“Selama 15 menit awal anda bisa lihat jika kami tak mengeluarkan 100 persen kemampuan kami, setengah jam laga berjalan barulah kami berhasil membuat sejummlah peluang,” pengakuan Klopp di website official Liverpool.

kembalinya-liverpool-ke-tiga-besar-2

Klopp berpendapat bahwa gol balasan pertama tuan rumah bisa terjadi akibat kesalahan dari lini belakang Liverpool, “Para pemain terlihat tidak berkonsentrasi penuh dan agresivitas juga tidak terlihat di lini belakang saat awal pertandingan,” sebut Klopp.

“Saya akui laga kontra Crystal Palace kemarin berjalan cukup ketat. Akan tetapi saya sangat bahagia sebab kami berhasil meraih kemenangan pada akhirnya,” tambah manajer yang pernah menangani Borussia Dortmund tersebut.

Menurut data Statistik Opta, kemenangan Liverpool atas Crystal Palace pekan lalu merupakan kemenangan untuk ke-8 kali nya bagi The Reds dengan mencetak empat gol atau lebih dalam satu pertandingan di Premier League selama tahun ini.

Liverpool Singkirkan Tottenham dengan Skuad Muda

liverpool-singkirkan-tottenham-dengan-skuad-muda-2

Klopp Puji Performa Para Pemain Muda

Sukses menyingkirkan Tottenham Hotspur dari babak 16 besar EFL Cup, Jurgen Klopp memuji performa apik yang ditunjukan oleh para pemainnya. Klopp berpendapat bahwa kemenangan 2-1 atas Spurs tak hanya sukses membawa tim melaju ke babak 8 besar EFL Cup, namun permainan indah yang disajikan para punggawa The Reds juga berhasil menghibur para penonton yang memadati Stadion Anfield dini hari tadi.

Kedua gol The Reds berhasil diborong Daniel Sturridge sebelum akhirnya Vincent Janssen  memperkecil ketinggalan melalui titik putih. Kemenangan tipis yang sungguh krusial bagi Liverpool, ditambah lagi fakta bahwa pertandingan dini hari tadi dihadiri 53.051 orang penonton yang memenuhi stadion Anfield. Ya hal tersebut merupakan rekor penonton terbanyak sepanjang sejarah EFL Cup.

Merombak total keseluruhan komposisi pemain, Klopp membuat kejutan  dengan memasukan nama Trent Alexander-Arnold dan Ovie Ejaria ke dalam starting XI Liverpool. Sepertinya pria asal Jerman tersebut sudah memprediksi bahwa kehadiran wajah baru di lapangan akan mencuri perhatian para penonton di Anfield. Anehnya, keputusan Klopp tersebut ternyata bisa dibilang mendulang sukses besar.

liverpool-singkirkan-tottenham-dengan-skuad-muda

“Pertandingan berjalan sesuai dengan apa yang telah saya perkirakan, dalam hal yang positif tentunya. Ya terkadang sebelum pertandingan saya juga bisa membayangkan akan seperti apa permainan berlansung,” ungkap Klopp kepada media setempat.

“Hasil kemenangan layak kami dapatkan, kami sukses menciptakan beberapa peluang emas dan berhasil menaklukan penjaga gawang Tottenham yang bermain cukup hebat. Ya, hal itu sangat menghibur.”

“Kami memang sedikit kehilangan fokus beberapa kali dalam laga tadi. Kadang operan-operan yang telat bisa memberikan masalah bagi kami, tapi ya secara keseluruhan saya menilai tim bermain sangat positif.”

“Kami berhasil menciptakan atmosfir yang luar biasa. Tak ada satupun penonton pulang lebih awal karena hasil belum bsa dipastikan sebelum peluit panjang dibunyikan, dan kedua tim masih sama-sama berpeluang.”

Lucas: Jadwal bola hari ini untuk Pemain Muda Butuh Pengalaman Seperti Ini

Tanpa bermaksud meremehkan kekuatan lawan, menurut situs jadwal bola malam ini Jurgen Klopp menjadikan EFL Cup sebagai ajang untuk menguji kemampuan para talenta muda Liverpool.

Sebut saja nama Alexander-Arnold yang bermain selama 68 menit sebelum ditarik keluar untuk digantikan oleh Nathaniel Clyne. Juga pemain muda lainnya, Ejaria yang bermain penuh yang sebelumnya telah melakukan debut bersama The Reds saat melawan Derby County.

Duet Marko Grujic dan Kevin Stewart di lini tengah juga memegang peran penting dalam jalannya pertandingan dini hari tadi. Atas performa para talenta muda The Reds tersebut, Klopp mengaku mempunyai firasat positif akan masa depan Liverpool.

“Mereka bermain dengan sangat baik,” ujar eks pelatih Dortmund tersebut.

“Jujur saya merasa bahwa mereka sebenarnya bisa menunjukan performa yang lebih dari ini, akan tetapi melihat ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka dan juga atmosfir pertandingan yang penuh dengan tekanan , sungguh, mereka benar-benar bermain dengan sangat baik.”

liverpool-singkirkan-tottenham-dengan-skuad-muda-1

Lucas Leiva yang berperan sebagai kapten dalam laga melawan Spurs dini hari tadi pun mengamini pendapat sang manajer, merotasi skuad saat menghadapi tim besar  sekelas Tottenham tentu akan menambah kesempatan dan pengalaman para talenta muda yang dimiliki tim.

“Hal tersebut sungguh membawa dampak positif bagi para pemain muda. Merasakan pengalaman semacam ini tentu akan membuat mereka mengembangkan permainannya,” sang kapten menambahkan.

“Klopp berhasil menunjukkan apa yang namanya sebuah ‘kepercayaan’ dalam tim, dan menurut saya pada akhirnya hal itu merupakan keputusan yang tepat.”

Gagal Raih Poin Penuh, Mourinho Puas

Liverpool vs Man United Berakhir Imbang

Laga Big Match antara Liverpool menghadapi Manchester United yang digelar di Stadion Anfield menyisakan sedikit kekecewaan bagi tuan rumah. Pasalnya pada The Reds hanya mampu bermain imbang tanpa gol dalam laga menjamu tim setan merah dini hari tadi.

gagal-raih-poin-penuh-mourinho-puas

Meski terhindar dari kekalahan, hasil imbang semalam membuat tabel klasemen saat ini tak banyak berubah. Liverpool masih tetap menghuni posisi 4 klasemen sementara dengan total raihan 17 poin.

Sementara itu, koleksi 14 poin Manchester United saat ini membuat punggawa setan merah tetap berada di urutan 7 klasemen sementara.

Andai saja salah satu dari mereka (Liverpool atau Man United) berhasil meraih kemenangan, posisi klasemen akan kembali berubah cukup drastis. Jika Liverpool menang, Henderson dkk akan menyalip posisi Spurs di peringkat ke-3 klasemen dengan koleksi 18 poin.

Sedangkan bagi Setan Merah, kegagalan mencuri poin di markas The Reds membuat skuad asuhan Mourinho tersebut terpaksa menahan ambisi untuk bisa menggeser di peringkat Everton di urutan 6, dan juga menyamai raihan poin Chelsea di urutan 5.

Di lain sisi, dua posisi teratas klasemen Liga Premeir Inggris masih menjadi milik Manchester City dan Arsenal. Kalah selisih poin, The Gunners terpaksa merelakan peringkat pertama menjadi milik The Citizens dan mendudduki posisi runner up klasemen saat ini meski kedua tim sama-sama mengantongi 19 poin.

gagal-raih-poin-penuh-mourinho-puas-2

Imbang di Anfield, Mourinho Mengaku Puas

Hanya meraih hasil imbang saat mengunjungi markas Liverpool, arsitek Manchester United, Jose Mourinho, sebut dirinya cukup puas atas hasil imbang 0-0 kontra tuan rumah Liverpool.

Permainan pragmatis khas Mourinho yang diterapkan United dalam laga dini hari tadi sukses membuat tuan rumah Liverpool cukup frustrasi dalam menembus tembok pertahanan Manchester United.

Statistik memang mencatat tuan rumah sukses mendominasi jalaannya pertandingan dengan catatan 65% ball posession serta menciptakan 9 peluang dimana 3 di antaranya merupakan peluang akurat. Sedangkan The Red Devils tercatat hanya sulses melepas satu tembakan akurat dari total 7 percobaan dalam pertandingan.

Ditanyakan soal kegagalan skuad asuhannya yang gaagal meraih kemenangan, Mourinho menganggap hal tersebut bukanlah merupakan masalah besar.

Pelatih asal Portugal tersebut mengungkapkan bahwa yang terpenting yaitu tim dapat menggagalkan tuan rumah Liverpool meraih kemenangan di hadapan para pendukungnya.

“Memang hasil ini bukanlah seperti yang kami targetkan, namun bagi kami, ini termasuk hasil positif. Sebab, kami dapat mencegah tuan rumah membawa pulang tiga poin di hadapan para pendukungnya. Jadi, bagi kami hasil ini tidak begitu buruk,” jelas mantan manajer Chelsea tersebut.

“Tidak hanya pertandingan, namun kami juga mengendalikan emosi di laga semalam. Pertandingan tadi merupakan pertandingan paling hening di Anfield sepanjang yang saya rasakan. Padahal, sebetulnya saya mengharapkan yang sebaliknya,” ujar Mourinho.

“Para pendukung mereka sangat jelas memperlihatkan reaksi kekecewaan. Saya yakin mereka pasti berharap kami membuat masalah, akan tetapi pada kenyataan yang terjadi di lapangan berbeda,” tutup Mourinho.

Liverpool 3-0 Derby County

liverpool-3-0-derby-county

Coutinho Jadi Pahlawan Liverpool

Liverpool sukses menghajar klub Championship Division, Derby County dengan tiga gol tanpa balas dalam laga putaran ketiga Piala Carling di Pride Park Stadium, Derby, pada Rabu dini hari WIB.

Tidak ingin meremehkan kekuatan tim lawan, arsitek The Reds, Jurgen Klopp justru tetap menurunkan beberapa pemain inti seperti Nathaniel Clyne, Jordan Henderson, Philippe Coutinho, dan Roberto Firmino.

Keputusan Klopp menurunkan sejumlah para pemain inti sukses membuat Liverpool mendominasi sepanjang laga. Hasilnya, bek Ragnar Klavan sukses membuka keunggulan The Reds melalui gol nya yang tercipta pada menit ke-24.

Bermula dari sepak pojok, Coutinho berhasil mengirim bola ke arah Klavan. Gagalnya bek Derby County, Richard Keogh, membuang bola dengan sempurna sukses disambar Klavan untuk mengoyak gawang Derby County.

Skor 1-0 untuk keunggulan Liverpool pun bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Liverpool masih tetap mendominasi laga. Dan pada menit ke-50, Coutinho sukses menggandakan skor menjadi 2-0. Berbeda dengan gol pertama, kali ini Firmino lah yang menjadi aktor dibalik gol Coutinho yang berhasil mengecoh kiper Jonathan Mitchell.

The Reds menutup pertandingan dengan hasil sempurna dengan tambahan satu gol pada meni ke-54. Lagi-lagi, Countinho mengirim umpan manis untuk kemudian dikonversi Divock Origi menjadi gol penutup. Pertandingan berakhir dengan skor 3-0 untuk tim asuhan Jurgen Klopp.

liverpool-3-0-derby-county-1

Klopp : Derby County Memiliki Ambisi Besar

Beberapa saat sebelum pertandingan, Jurgen Klopp sempat mengungkapkan persiapan tim asuhannya untuk bentrokan Piala Carling kontra Derby County.

“Saya seringkali mennonton pertandingan Championship Division (divisi kedua Liga Inggris). Saya tertarik menyaksikan permainan dari Huddersfield (salah satu klub Championship). Ya setidaknya, saya jadi tahu karakter permainan klub-klub lainnya,” ujar Klopp.

“Mereka (Derby County) merupakan klub dengan ambisi besar. Memang saat ini mereka belum berhasil meraih hasil bagus, namun hal tersebut menurut saya tidak mempengaruhi mereka dalam turnamen seperti ini. Jika saya manajer Derby, saya pasti akan menjadikan kompetisi ini sebagai titik balik tim.”

“Mereka tidak memiliki tekanan. Jadi, menurut saya ini adalah peluang besar bagi mereka. Ya, kami bahkan telah menganalisa pertandingan yang mereka jalani. Tak banyak gol yang tercipta memang, tetapi mereka kerap menciptakan banyak peluang,” Klopp menambahkan.

Derby County menempati posisi 20 klasemen sementara Championship yang diisi oleh 24 klub. Sepanjang keikutsertaannya dalam kompetisi sepak bola profesional Inggris, klub yang berdiri sejak 1884 tersebut tercatat telah sukses meraih dua gelar Liga Inggris pada tahun 1972 dan 1975.

Susunan pemain :

Derby County: 35-Jonathan Mitchell; 2-Cyrus Christie, 6-Richard Keogh, 16-Alex Pearce, 29-Marcus Olsson (25-Marcus Lowe 64); 15-Bradley Johnson, 12-Chris Baird (10-Tom Ince 46), 18-Jacob Butterfield, 19-Will Hughes, 24-Andreas Weimann (30-Timi Elsnik 55); 11-Darren Bent

Manajer: Nigel Pearson

Liverpool: 1-Loris Karius; 2-Nathaniel Clyne, 32-Joel Matip, 17-Ragnar Klavan, 18-Alberto Moreno; 14-Jordan Henderson (23-Emre Can 57), 21-Lucas Leiva, 10-Philippe Coutinho (28-Danny Ings 63); 11-Roberto Firmino (53-Oviemuno Ejaria 78), 27-Divock Origi, 16-Marko Grujic

Manajer: Jurgen Klopp

Wasit: Graham Scott