Liverpool Ditahan Imbang Plymouth

Secara mengejutkan, Liverpool hanya bermain imbang kala berhadapan dengan Plymouth Argyle, yang merupakan klub kasta keempat sepakbola Inggris. Laga yang dihelat di Anfield Stadium pada tanggal 8 Januari 2017 lalu, hanya berakhir dengan kedudukan 0-0 dalam putaran ketiga Piala FA.

Liverpool vs Plymouth Argyle

Liverpool hanya mampu bermain imbang kala berhadapan dengan Plymouth dalam babak ketiga Piala FA

Dengan hasil imbang itu, terpaksa The Reds harus mengulang laga melawan Plymouth pada tanggal 19 Januari 2017 mendatang di Home Park. Untuk menentukan siapa yang layak melaju ke babak keempat Piala FA.

Menghadapi klub League Two, sang pelatih Jurgen Klopp mengistirahatkan sejumlah pemain intinya. Klopp menurunkan para muda seperti Ben Woodburn, Ovie Ejaria, Trent Alenxander-Arnold, Kevin Stewart dan Joe Gomez untuk mengisi starting eleven.

Walaupun tampil dengan skuat muda, tetapi The Reds mampu mengancam lini pertahanan lawan. Ejaria, Ojo dan Woodburn berhasil mengobrak-abrik lini belakang tim tamu. Bahkan, Woodburn sesekali melepaskan tendangan jarak dekat, meskipun Luke McCormick masih mampu mengantisipasi arah tembakan dengan sangat baik.

Divock Origi yang dipasang sebagai striker utama hamper saja membawa Liverpool unggul satu gol. Penyerang asal Belgia itu berhasil memenangkan adu fisik dengan Gary Miller di dalam kotak terlarang, setelah menerima umpan silang dari Stewart. Tembakannya pun mampu merobek jala gawang lawan. Tetapi, sang pengadil lapangan terlebih dahulu melihat Origi melakukan pelanggaran. Sehingga, gol tersebut dianulir dan skor masih bertahan 0-0.

Tuan rumah terus mendominasi jalannya pertandingan. Tetapi, lini serang The Reds yang  tak mampu memaksimalkan setiap peluang yang tercipta, membuat gol yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Klopp memasukkan Daniel Sturridge untuk memaksimalkan lini depan The Reds yang menggantikan Emre Can. Tetapi, justru tuan rumah sempat tertekan di menit-menit awal babak kedua. Loris Karius tampil gemilang dibawah mistar gawang. Salah satu penyelamatannya terjadi saat Carey mengeksekusi tendangan bebas di depan kotak penalty.

Dengan masuknya Sturridge, membuat daya gedor The Reds meningkat. Hampir saja penyerang asal Inggris itu membawa timnya unggul, andaikan tembakannya tidak melebar. Roberto Firmino dan Adam Lallana masuk. Namun, kedudukan 0-0 tetap bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Jurgen Klopp Kritik Pemain Muda Liverpool

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp menyatakan bahwa para pemain muda Liverpool kurang bekerja keras. Namun, dirinya tidak menyesali hasil imbang timnya kala bersua dengan Plymouth dalam babak putaran ketiga Piala FA.

Jurgen Klopp

Jurgen Klopp sedikit kritik para pemain muda Liverpool

“Saya tidak menyesali akan hasil imbang tanpa gol. Meskipun kita bermain di kandang sendiri. Tetapi, saya ingin sedikit mengkritik para pemain muda, bahwa mereka kurang bermain maksimal,”

“Kami sejak menit awal bermain dengan baik. Namun, ini bukanlah tim yang dipersiapkan sejak lama. Mereka (pemain muda) terlalu memaksakan untuk keluar menyerang dan terlalu terburu-buru dalam mengambil setiap keputusan. Tim muda ini sejatinya mampu bermain lebih lepas. Sekarang, kami akan siap untuk bertandang ke markas Plymouth,” ungkap pelatih asal Jerman.

Joe Gomez Senang Bermain Selama 90 Menit

Salah satu pemain muda yang mengisi starting XI Liverpool kala menghadapi perlawanan Plymouth, Joe Gomez mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dapat bermain selama satu pertandingan penuh walaupun belum mampu mengantarkan timnya meraih kemenangan.

Joe Gomez

Joe Gomez merasa senang dapat bermain selama satu pertandingan penuh di tim utama Liverpool

“Saya merasa senang dapat bermain selama 90 menit di tim utama.Terlebih lagi saya bermain di Anfield. Hal ini sangat berarti untuk rasa kepercayaan diri saya. Saya akan terus bekerja keras untuk masa depan yang gemilang,” ungkap Gomez.

Menjaga Konsistensi Liverpool Di Puncak Klasemen Liga Inggris

Berkat kemenangan yang sangat meyakinkan saat menjamu Watford di Anfield Stadium. Tak tanggung-tanggung, Philippe Coutinho CS menggulung habis The Hornets dengan skor 6-1. Tim asuhan Jurgen Klopp berhak menjadi pemimpin klasemen sementara Liga Inggris. Di samping hasil yang kurang memuaskan dari rival terdekatnya, yakni Arsenal yang hanya mampu meraih hasil imbang melawan Tottenham Hotspur dengan skor 1-1, dan Manchester City yang juga merasakan hasil sama kala menjamu Middlesbrough.

liverpool

Setelah jeda internasional berakhir, dan Liga Inggris bergulir kembali. The Reds harus bersiap-siap bertandang ke markas Southampton, St. Mary’s Stadium dalam lanjutan ajang Liga Primer Inggris pekan ke-12.

Dengan modal empat kemenangan beruntun, tingkat kepercayaan diri para pemain Liverpool terbilang tinggi. Walaupun bermain di kandang lawan. Sang Pelatih, Jurgen Klopp menyakini bahwa timnya akan mampu membawa pulang poin penuh dalam lawatannya ke St. Mary’s Stadium. Para pemain saat ini dalam kepercayaan yang cukup tinggi, dan dapat mempertahankan posisi kami di puncak klasemen.

Konsistensi Liverpool ini tak terlepas dari absennya mereka di kancah liga Eropa. Tim asuhan Jurgen Klopp tak bermain di ajang Liga Champions, maupun Liga Eropa. Hanya bermain untuk Liga Primer Inggris, dan Piala Liga yang kini sudah memasuki perempat final.

Adam Lallana Cedera

Ujian berat Liverpool dalam lanjutan liga Inggris pekan ke-12, tak hanya harus bermain di kandang lawan dengan dukungan penuh para suporternya. Melainkan, salah satu pemain andalannya, yakni Adam Lallana mengalami cedera. Gelandang andalan Jurgen Klopp tersebut terpaksa menepi dan menunggu hasil pemeriksaan.

Adam Lallana terpaksa ditarik keluar pada menit ke 27, saat dirinya membela tim Nasional Inggris, kala menjamu Spanyol dalam laga persahabatan. Bintang yang kini sudah berusia 28 tahun ini, harus digantikan oleh Theo Walcott, lantaran dirinya bertabrakan oleh penggawa La Furia Roja, Thiago Alcantara.

adam lallana

Dalam pertandingan persahabatan antara Inggris melawan Spanyol yang berlangsung di Webley Stadium, dengan akir skor 2-2, Adam Lallana berhasil membawa negaranya terlebih dahulu unggul 1-0 lewat tendangan 12 pas pada menit ke 9′.

Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Liverpool, terlebih sang pelatih, Jurgen Klopp. Pasalnya, Adam Lallana merupakan sosok gelandang yang selalu diandalkan di lini tengah, bahkan menjadi kunci permainan The Reds sepanjang musim ini. Dirinya telah mencatatkan lima assist, dan menyumbangkan tiga gol di musim ini.

Seandainya saja Adam Lallana mengalami cedera yang cukup parah, maka dapat diartikan bahwa gelandang muda tersebut harus absen saat timnya bermain melawan mantan klubnya sendiri.

Jurgen Klopp: Aku Tak Peduli Apa Kata Orang Tentang Liverpool

Sejumlah pelatih klub liga Inggris memberikan pujian akan keberhasilan Klopp membawa Liverpool memucaki klasemen sementara Liga Inggris. Tak hanya sejumlah pelatih, tetapi beberapa pemain yang berkancah di liga paling panas sedarat Eropa juga memberikan pujian.

jurgen klopp

Namun hal tersebut tak membuat sang pelatih, Jurgen Klopp berbangga hati, atau menjadi kepala besar. Dirinya mengaku lebih fokus pada persiapan tim di setiap laganya. “Banyak orang yang membicarakan dan tak sedikit yang memberikan pujian terhadap kinerja kami sejauh ini. Tapi bagi saya, hal itu merupakan hal yang biasa saja. Tak perlu kita besar-besarkan. Saya saat ini lebih fokus pada di setiap laganya, dan membuat suasana tim menyenangkan,” ujar mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.

Saat ini, The Reds tengah memucaki klasemen sementara Liga Inggris. Pekan ke-12 ini, Liverpool akan menghadapi Southampton. Kemenangan sangat penting bagi tim asuhan Jurgen Klopp, demi memperkokoh posisinya di puncak klasemen.

Kembalinya Liverpool ke Tiga Besar

kembalinya-liverpool-ke-tiga-besar

Tempel City dan Arsenal di Puncak Klasemen

Liverpool kembali mengklaim tempat di papan atas Liga Primer Inggris usai membungkam tuan rumah Crystal Palace dengan skor akhir 2-4 pada laga yang berlangsung Sabtu pekan lalu, di Stadion Selhurst Park. Atas hasil kemenangan pada laga tandang tersebut, The Reds kini naik ke posisi ketiga klasemen saat ini dengan total koleksi 23 poin.

Saat ini Roberto Firmino dkk berhasil menyamai perolehan poin Manchester City sebagai pemuncak klasemen sementara, selisih gol yang membuat Liverpool tertinggal di bawah Citizens dan Arsenal di urutan 1 dan 2. Sementara itu Crystal Palace yang bernasib kurang beruntung kemarin terpaksa merosot ke urutan 12 dengan catatan 11 poin dari total 10 laga hingga saat ini.

Empat gol yang berhasil disarangkan The Reds di markas Crystal Palace tercipta berkat aksi Emre Can di menit ke-16, kemudian disusul Dejan Lovren (21′). Sedangkan kedua gol balasan tuan rumah Crystal Palace tercipta lewat aksi James McArthur pada menit ke-18 dan 33′, sebelum akhirnya sundulan dari Joel Matip pada menit (44′) serta gol tambahan dari Roberto Firmino di menit (71′) memastikan kemenangan skuad asuhan Klopp.

kembalinya-liverpool-ke-tiga-besar-1

The Reds sebenarnya bisa saja menambah keunggulannya pada menit ke-88 andai saja tembakan Countinho tidak berhasil diamankan kiper Crystal Palace, Mandanda. Dan hingga peluit tanda laga berakhir tim tamu berhasil mempertahankan keunggulannya, skor akhir 2-4 untuk Liverpool.

Menempatkan Christian Benteke sebagai ujung tombak serangan, Crystal Palace yang bermain di hadapan para pendukungnya menerapkan skema 4-2-3-1. Sedaangkan tim tamu  Liverpool setia menggunakan skema 4-3-3 andalan Jurgen Klopp dengan menyerahkan tugas lini depan kepada trisula penyerang Philippe Coutinho, Roberto Firmino, dan Sadio Mane.

Statistik pertandingan mencatat skuad asuhan Jurgen Klopp tampil mendominasi laga dengan total 55% penguasaan bola, dan juga tercatat 10 tembakan sukses menemui sasaran dari total percobaan sebanyak 17 kali. Sementara tuan rumah Crystal Palace hanya mencatat 6 tembakan akurat dari total 7 kali percobaan.

Meski Menang Klopp Tetap Kritik Performa The Reds

Terlepas dari kemenangan besar di markas Crystal Palace pekan lalu, Manajer The Reds, Jurgen Klopp, mengaku tidak begitu puas dengan hasil pertandingan yang digelar di Stadion Selhurst Park tersebut. Menurut sang manajer, skuad asuhannya tersebut terbilang cukup lambat dalam melakukan start. Dan Klopp juga menilai bahwa lini belakang Liverpool kerap melakukan banyak kesalahan dalam laga pekan lalu.

“Selama 15 menit awal anda bisa lihat jika kami tak mengeluarkan 100 persen kemampuan kami, setengah jam laga berjalan barulah kami berhasil membuat sejummlah peluang,” pengakuan Klopp di website official Liverpool.

kembalinya-liverpool-ke-tiga-besar-2

Klopp berpendapat bahwa gol balasan pertama tuan rumah bisa terjadi akibat kesalahan dari lini belakang Liverpool, “Para pemain terlihat tidak berkonsentrasi penuh dan agresivitas juga tidak terlihat di lini belakang saat awal pertandingan,” sebut Klopp.

“Saya akui laga kontra Crystal Palace kemarin berjalan cukup ketat. Akan tetapi saya sangat bahagia sebab kami berhasil meraih kemenangan pada akhirnya,” tambah manajer yang pernah menangani Borussia Dortmund tersebut.

Menurut data Statistik Opta, kemenangan Liverpool atas Crystal Palace pekan lalu merupakan kemenangan untuk ke-8 kali nya bagi The Reds dengan mencetak empat gol atau lebih dalam satu pertandingan di Premier League selama tahun ini.

Liverpool Singkirkan Tottenham dengan Skuad Muda

liverpool-singkirkan-tottenham-dengan-skuad-muda-2

Klopp Puji Performa Para Pemain Muda

Sukses menyingkirkan Tottenham Hotspur dari babak 16 besar EFL Cup, Jurgen Klopp memuji performa apik yang ditunjukan oleh para pemainnya. Klopp berpendapat bahwa kemenangan 2-1 atas Spurs tak hanya sukses membawa tim melaju ke babak 8 besar EFL Cup, namun permainan indah yang disajikan para punggawa The Reds juga berhasil menghibur para penonton yang memadati Stadion Anfield dini hari tadi.

Kedua gol The Reds berhasil diborong Daniel Sturridge sebelum akhirnya Vincent Janssen  memperkecil ketinggalan melalui titik putih. Kemenangan tipis yang sungguh krusial bagi Liverpool, ditambah lagi fakta bahwa pertandingan dini hari tadi dihadiri 53.051 orang penonton yang memenuhi stadion Anfield. Ya hal tersebut merupakan rekor penonton terbanyak sepanjang sejarah EFL Cup.

Merombak total keseluruhan komposisi pemain, Klopp membuat kejutan  dengan memasukan nama Trent Alexander-Arnold dan Ovie Ejaria ke dalam starting XI Liverpool. Sepertinya pria asal Jerman tersebut sudah memprediksi bahwa kehadiran wajah baru di lapangan akan mencuri perhatian para penonton di Anfield. Anehnya, keputusan Klopp tersebut ternyata bisa dibilang mendulang sukses besar.

liverpool-singkirkan-tottenham-dengan-skuad-muda

“Pertandingan berjalan sesuai dengan apa yang telah saya perkirakan, dalam hal yang positif tentunya. Ya terkadang sebelum pertandingan saya juga bisa membayangkan akan seperti apa permainan berlansung,” ungkap Klopp kepada media setempat.

“Hasil kemenangan layak kami dapatkan, kami sukses menciptakan beberapa peluang emas dan berhasil menaklukan penjaga gawang Tottenham yang bermain cukup hebat. Ya, hal itu sangat menghibur.”

“Kami memang sedikit kehilangan fokus beberapa kali dalam laga tadi. Kadang operan-operan yang telat bisa memberikan masalah bagi kami, tapi ya secara keseluruhan saya menilai tim bermain sangat positif.”

“Kami berhasil menciptakan atmosfir yang luar biasa. Tak ada satupun penonton pulang lebih awal karena hasil belum bsa dipastikan sebelum peluit panjang dibunyikan, dan kedua tim masih sama-sama berpeluang.”

Lucas: Jadwal bola hari ini untuk Pemain Muda Butuh Pengalaman Seperti Ini

Tanpa bermaksud meremehkan kekuatan lawan, menurut situs jadwal bola malam ini Jurgen Klopp menjadikan EFL Cup sebagai ajang untuk menguji kemampuan para talenta muda Liverpool.

Sebut saja nama Alexander-Arnold yang bermain selama 68 menit sebelum ditarik keluar untuk digantikan oleh Nathaniel Clyne. Juga pemain muda lainnya, Ejaria yang bermain penuh yang sebelumnya telah melakukan debut bersama The Reds saat melawan Derby County.

Duet Marko Grujic dan Kevin Stewart di lini tengah juga memegang peran penting dalam jalannya pertandingan dini hari tadi. Atas performa para talenta muda The Reds tersebut, Klopp mengaku mempunyai firasat positif akan masa depan Liverpool.

“Mereka bermain dengan sangat baik,” ujar eks pelatih Dortmund tersebut.

“Jujur saya merasa bahwa mereka sebenarnya bisa menunjukan performa yang lebih dari ini, akan tetapi melihat ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka dan juga atmosfir pertandingan yang penuh dengan tekanan , sungguh, mereka benar-benar bermain dengan sangat baik.”

liverpool-singkirkan-tottenham-dengan-skuad-muda-1

Lucas Leiva yang berperan sebagai kapten dalam laga melawan Spurs dini hari tadi pun mengamini pendapat sang manajer, merotasi skuad saat menghadapi tim besar  sekelas Tottenham tentu akan menambah kesempatan dan pengalaman para talenta muda yang dimiliki tim.

“Hal tersebut sungguh membawa dampak positif bagi para pemain muda. Merasakan pengalaman semacam ini tentu akan membuat mereka mengembangkan permainannya,” sang kapten menambahkan.

“Klopp berhasil menunjukkan apa yang namanya sebuah ‘kepercayaan’ dalam tim, dan menurut saya pada akhirnya hal itu merupakan keputusan yang tepat.”

Klopp Inginkan Kemenangan Lawan United Jadi Kado Anniversary

Setahun Klopp di Anfield

Tanggal 8 Oktober tepat setahun lalu merupakan hari dimana Jurgen Klopp memutuskan untuk mengambil peran sebagai manajer baru Liverpool.  Dan Sabtu kemarin menandakan genap satu tahun masa kepelatihan Klopp di Liverpool.

Menandatangani kontrak berdurasi tiga musim bersama The Reds, Klopp ditunjuk untuk mengisi posisi pelatih di Anfield yang ditinggalkan Brendan Rodgers, yang diputus kontraknya oleh klub seiring dengan serangkaian hasil buruk Liverpool musim lalu.

Mengemban tugas untuk menangani klub yang memiliki sejarah  luar biasa seperti Liverpool tentu bukanlah hal yang mudah bagi mantan arsitek Borussia Dortmund tersebut. Mengingat eksistensi The Reds di Liga Primer yang semakin jarang finish di zona Liga Champions.

klopp-inginkan-kemenangan-lawan-united-jadi-kado-anniversary-2

Ini terbukti saat debut Klopp bersama Liverpool yang bisa dibilang kurang mulus. Hasil imbang tanpa gol ketika menghadapi Tottenham Hotspur pada 17 Oktober 2015 menjadi laga perdana Klopp bersama The Reds.

Namun di kompetisi lain, pencapaian Klopp pada musim perdananya bersama Liverpool terbilang cukup fantastis. Sukses membawa klub melaju ke Final Piala Liga Inggris dan Liga Europa pada musim pertama merupakan prestasi yang cukup luar biasa bagi seorang pelatih. Meski kemudian gagal memenangkan trofi dari kedua final tersebut.

Liverpool bersama Klopp berhasil mengawali musim 2016-2017 dengan cukup cemerlang usai dengan kemenangan 4-3 dalam laga kontra Arsenal. Akan tetapi, kemenangan di awal bukanlah jaminan skuad asuhan Klopp menjalani musim ini dengan mulus. Terbukti dengan kekalahan 0-2 atas Burnley serta hasil seri 1-1 kontra Tottenham Hotspur.

Tidak larut dengan hasil suram di tiga laga awal, Jurgen Klopp memutuskan segera bangkit.  Alhasil empat kemenangan berturut-turut atas Leicester City, Chelsea, Hull City dan Swansea City berhasil diraih Klopp bersama The Reds. Pencapaian tersebut tentu saja sukses mengangkat Liverpool naik ke posisi 4 klasemen sementara Liga Primer dengan total 16 poin.

Kemenangan Akan Jadi Kado Terindah Bagi Klopp

klopp-inginkan-kemenangan-lawan-united-jadi-kado-anniversary-1

Senin yang akan datang Liverpool akan melakoni Big Match menghadapi rival abadi The Reds, Manchester United. Laga yang krusial dan juga bertepatan dengan peringatan satu tahun Jurgen Klopp berada di Anfield ini diprediksi akan berlangsung panas selayaknya Big Match pada umumnya.

Di awal tahun 2016 ini tepatnya pada bulan Januari kemarin, The Reds sukses mengandaskan perjalanan United di babak 16 besar Liga Europa yang berakhir imbang 1-1 di Old Trafford setelah kemenangan 2-0 Liverpool di Anfield.

Hasil tersebut merupakan pembalasan Coutinho dkk usai menyerah dalam laga kontra United di Liga Primer lewat gol tunggal yang dicetak Wayne Rooney.

“Menjamu Manchester United akhir pekan nanti benar-benar laga yang sangat saya nantikan. Musim lalu, kami berhasil mengalahkan mereka di Liga Europa dalam pertandingan yang cukup intens dan juga kompetitif.

“Tim bermain sangat baik saat leg pertama yang digelar di Anfield, dukungan dari para suporter sungguh menghadirkan atmosfer luar biasa yang membuat semangat para pemain menjadi terbakar,” ungkap Klopp

 

Lewandowski : Klopp Akan Bawa Liverpool Juara Musim Ini

Klopp Akan Bawa Liverpool Angkat Trofi

Ujung tombak dari Bayern Munchen, Robert Lewandowski – yang juga pernah bermain untuk Jurgen Klopp – , merasa yakin bahwa pelatih yang pernah melatihnya saat berseragam Dortmund tersebut mampu membawa Liverpool mengangkat trofi Liga Inggris untuk musim 2016-2017 ini.

Lewandowski menilai bahwa para punggawa The Reds terlihat bahagia dengan Jurgen Klopp mengambil peran sebagai arsitek Liverpool, yang kurang lebih mirip dengan situasi saat Borussia Dortmund menjuarai Bundesliga dibawah arahan Klopp.

lewandowski-klopp-akan-bawa-liverpool-juara-musim-ini

“Menurut saya, Liverpool akan berjuang keras dengan Klopp sebagai pelatih untuk menjuarai kompetisi musim ini. Manchester City memang ancaman bagi semua tim ketika memutuskan untuk merekrut Pep Guardiola, tetapi saya pikir Liverpool memiliki kesempatan bagus musim ini,” tutur Lewandowki.

“Saya sempat menonton beberapa pertandingan dimana Liverpool bermain sejak bergabungnya Klopp, dan saya dapat melihat jika para pemain sangat menikmati bermain dibawah arahan nya (Klopp),” tambah pemain yang pernah bermain untuk Klopp saat masih berseragam Dortmund dari 2010 hingga 2014 tersebut.

Tidak Bermain di Eropa Adalah Keuntungan Bagi Liverpool – Lewandowski

Sejak dimulainya kompetisi musim 2016-2017, Liverpool mencatat kemenangan lima kali berturut-turut di semua kompetisi. Dan yang terbaru, pada 1 Oktober kemarin para punggawa Anfield sukses mencuri kemenangan dari Swansea City dengan skor tipis  2-1.

Mengawali musim dengan tidak terlalu menyenangkan (kalah 3-4 dari Arsenal), Klopp segera lakukan pembenahan. Seperti kata pepatah ‘Proses Tidak Akan Mengkhianati Hasil’ , The Reds belum merasakan kekalahan lagi bahkan hingga saat ini.

lewandowski-klopp-akan-bawa-liverpool-juara-musim-ini-3

Hasil positif terus menghampiri Liverpool hingga saat ini, bahkan The Reds secara mengejutkan sukses meraih kemenangan atas dua klub raksasa Liga Primer Inggris, Leicester City (juara musim lalu) dengan skor 4-1 serta Chelsea 2-1.

Atas tren positif tersebut, The Reds saat ini bertengger kokoh di urutan empat klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan mengumpulkan total 16 poin.

Keberhasilan Liverpool menyapu bersih kemenangan dalam lima laga terakhir tak lepas dari formasi 4-3-3 yang diterapkan Klopp. Tampil ofensif, skuat Si Merah juga mampu mencetak 18 gol dari lima pertandingan tersebut.

Rentetan hasil positif itu membuat Liverpool kini berada di posisi keempat klasemen sementara Premier League dengan raihan 16 poin. Roberto Firmino dan kawan-kawan hanya terpaut dua poin dari sang pemuncak klasemen, Manchester City.

lewandowski-klopp-akan-bawa-liverpool-juara-musim-ini-1

Di luar kompetisi Liga Primer, skuad asuhan Klopp tersebut juga mencatat hasil fantastis. The Reds sukses melaju ke babak 16 besar Piala Liga Inggris, dimana mereka akan bertemu Tottenham Hotspur pada 26 Oktober 2016 mendatang.

Lewandowski juga menilai bahwa absennya skuad asuhan Klopp di kompetisi Eropa musim ini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Liverpool.

“Dengan tidak bermain di kompetisi Eropa, itu akan membuat para pemain berada dalam kondisi fit untuk setiap laga kompetisi domestik serta meminimalisir resiko pemain mengalami cedera. ” tutup penyerang yang gagal membawa Polandia menjuarai Euro 2016 tersebut.

Kembalinya The Reds ke Perburuan Gelar Musim Ini

Target Angkat Trofi Musim Ini

Menjalani musim kedua nya menangani Liverpool, Jurgen Klopp menargetkan The Reds untuk bisa memenangkan gelar juara Liga Premier Inggris. Manajer asal Jerman tersebut percaya diri bahwa skuad asuhannya mampu bersaing dengan tim-tim kandidat juara lainnya untuk mengangkat trofi musim ini.

kembalinya-the-reds-ke-perburuan-gelar-musim-ini-1

Mengawali musim kompetisi 2016-2017 ini, perjalanan Liverpool untuk menembus empat besar klasemen Liga Inggris bisa dibilang lumayan buruk. Terbukti dalam tiga laga awal tim yang bermarkas di Anfield tersebut hanya berhasil mengumpulkan total empat poin.

Hasil seri ketika menghadapi Tottenham Hotspurs menjadi titik balik klub asal Merseyside tersebut. Pelan tapi pasti, Liverpool yang mulai menemukan ritme permainan mereka, terbukti dengan hasil fantastis dalam tiga laga beruntun 4-1 atas Leicester City, 2-1 atas Chelsea, serta yang terbaru adalah 5-1 dalam laga kontra Hull City.

“Menurut saya begitulah seharusnya Anda melakukan hal dalam hidup anda, memanfaatkan waktu untuk membuat beberapa momen yang nantinya dapat dinikmati bersama. Dan saat anda kembali mengingatnya, Anda akan berpikir bahwa hal itu adalah momen terbaik yang pernah anda ciptakan dalam hidup,” sebut Klopp.

“Hal seperti ini tidak akan terjadi jika tim menghuni posisi di bawah 5 besar. Anda yakin dengan kualitas yang kita miliki, tau apa yang jadi harapan semua orang. Ini merupakan sebuah perubahan besar bagi kamu. Banyak orang yang menginginkan kami mengangkat trofi musim ini,” sambung mantan pelatih Dortmund tersebut.

kembalinya-the-reds-ke-perburuan-gelar-musim-ini-2

Klopp Minta Para Pemain Jangan Terlalu Cepat Puas

Eksistensi Liverpool saat ini bisa dibilang sebagai semacam ironi. Bagaimana tidak, The Reds merupakan satu-satunya dari beberapa klub elite Inggris (Arsenal,Chelsea,Manchester United, Manchester City) yang belum pernah sekalipun menjuarai liga sejak kompetisi Football League First Division berubah nama menjadi Premier League.

Berdasarkan hal tersebut, bukan hal aneh jika setiap manajer yang menangani The Reds selalu memiliki ambisi besar untuk dapat mengangkat trofi Liga Premier, “Oh ya, itu tentu saja benar jika kami ingin menjuarai kompetisi musim ini yang saya sendiri pun bahkan tidak tahu apakah hal tersebut akan terjadi.”

“Saya hanya bisa bilang bahwa intinya kami akan terus berjuang untuk hal tersebut. Secara kualitas kami juga terbilang tidak terpaut terlalu jauh dari tim papan atas lainya,” tambah Klopp.

Liverpool kini menduduki posisi empat klasemen sementara Liga Premier Inggris usai hasil positif tiga laga berturut-turut. Akan tetapi biarpun saat ini aura positif sedang memenuhi kubu Anfield, Jurgen Klopp mengingatkan para pemain untuk tidak terlalu cepat jumawa.

 

Kemenangan besar dalam tiga laga beruntun The Reds bukan berarti membuat sang manajer merasa cukup. Klopp menganggap bahwa skuad asuhaannya tersebut masih butuh pembenahan di beberapa hal untuk bisa dibilang layak sebagai calon juara Liga Premier Inggris.

Klopp berbicara kepada media setempat, “Sekarang merupakan awal yang baik untuk kami, banyak momen baik yang terjadi pada kami. Akan tetapi perburuan gelar musim ini belum berakhir,” tambah Klopp.

“Masih ada empat bulan tersisa (Januari-Mei), jadi perjalanan ini akan masih sangat panjang. Bisa diibaratkan seperti ini, apa anda akan melihat seorang pelari merayakan kemenangannya dalam lomba 5 km, padahal sebenarnya diamengikuti  lomba 20 km? Tentu tidak kan?” tegas pria asal Jerman tersebut.

“Saya merasa cukup senang melihat penampilan tim sejauh ini, tetapi perjalanan kami masih panjang. Masih banyak hal yang harus kami lakukan,” tutup Klopp.

Pertandingan Liverpool berikutnya adalah bertandang ke markas Swansea City, Liberty Stadium dalam Matchday 7 Liga Premier Inggris, 1 Oktober 2016 mendatang. Dan tiga poin merupakan target utama The Reds untuk mengamankan posisi empat besar musim ini.

Liverpool 3-0 Derby County

liverpool-3-0-derby-county

Coutinho Jadi Pahlawan Liverpool

Liverpool sukses menghajar klub Championship Division, Derby County dengan tiga gol tanpa balas dalam laga putaran ketiga Piala Carling di Pride Park Stadium, Derby, pada Rabu dini hari WIB.

Tidak ingin meremehkan kekuatan tim lawan, arsitek The Reds, Jurgen Klopp justru tetap menurunkan beberapa pemain inti seperti Nathaniel Clyne, Jordan Henderson, Philippe Coutinho, dan Roberto Firmino.

Keputusan Klopp menurunkan sejumlah para pemain inti sukses membuat Liverpool mendominasi sepanjang laga. Hasilnya, bek Ragnar Klavan sukses membuka keunggulan The Reds melalui gol nya yang tercipta pada menit ke-24.

Bermula dari sepak pojok, Coutinho berhasil mengirim bola ke arah Klavan. Gagalnya bek Derby County, Richard Keogh, membuang bola dengan sempurna sukses disambar Klavan untuk mengoyak gawang Derby County.

Skor 1-0 untuk keunggulan Liverpool pun bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Liverpool masih tetap mendominasi laga. Dan pada menit ke-50, Coutinho sukses menggandakan skor menjadi 2-0. Berbeda dengan gol pertama, kali ini Firmino lah yang menjadi aktor dibalik gol Coutinho yang berhasil mengecoh kiper Jonathan Mitchell.

The Reds menutup pertandingan dengan hasil sempurna dengan tambahan satu gol pada meni ke-54. Lagi-lagi, Countinho mengirim umpan manis untuk kemudian dikonversi Divock Origi menjadi gol penutup. Pertandingan berakhir dengan skor 3-0 untuk tim asuhan Jurgen Klopp.

liverpool-3-0-derby-county-1

Klopp : Derby County Memiliki Ambisi Besar

Beberapa saat sebelum pertandingan, Jurgen Klopp sempat mengungkapkan persiapan tim asuhannya untuk bentrokan Piala Carling kontra Derby County.

“Saya seringkali mennonton pertandingan Championship Division (divisi kedua Liga Inggris). Saya tertarik menyaksikan permainan dari Huddersfield (salah satu klub Championship). Ya setidaknya, saya jadi tahu karakter permainan klub-klub lainnya,” ujar Klopp.

“Mereka (Derby County) merupakan klub dengan ambisi besar. Memang saat ini mereka belum berhasil meraih hasil bagus, namun hal tersebut menurut saya tidak mempengaruhi mereka dalam turnamen seperti ini. Jika saya manajer Derby, saya pasti akan menjadikan kompetisi ini sebagai titik balik tim.”

“Mereka tidak memiliki tekanan. Jadi, menurut saya ini adalah peluang besar bagi mereka. Ya, kami bahkan telah menganalisa pertandingan yang mereka jalani. Tak banyak gol yang tercipta memang, tetapi mereka kerap menciptakan banyak peluang,” Klopp menambahkan.

Derby County menempati posisi 20 klasemen sementara Championship yang diisi oleh 24 klub. Sepanjang keikutsertaannya dalam kompetisi sepak bola profesional Inggris, klub yang berdiri sejak 1884 tersebut tercatat telah sukses meraih dua gelar Liga Inggris pada tahun 1972 dan 1975.

Susunan pemain :

Derby County: 35-Jonathan Mitchell; 2-Cyrus Christie, 6-Richard Keogh, 16-Alex Pearce, 29-Marcus Olsson (25-Marcus Lowe 64); 15-Bradley Johnson, 12-Chris Baird (10-Tom Ince 46), 18-Jacob Butterfield, 19-Will Hughes, 24-Andreas Weimann (30-Timi Elsnik 55); 11-Darren Bent

Manajer: Nigel Pearson

Liverpool: 1-Loris Karius; 2-Nathaniel Clyne, 32-Joel Matip, 17-Ragnar Klavan, 18-Alberto Moreno; 14-Jordan Henderson (23-Emre Can 57), 21-Lucas Leiva, 10-Philippe Coutinho (28-Danny Ings 63); 11-Roberto Firmino (53-Oviemuno Ejaria 78), 27-Divock Origi, 16-Marko Grujic

Manajer: Jurgen Klopp

Wasit: Graham Scott

Sadio Mane, Transfer Tersukses The Reds Musim Ini

sadio-mane_ap-m

Rekrutan Tersukses Musim Ini

Rekrutan teranyar Liverpool, Sadio Mane, tampaknya semakin menunjukan kontribusinya bagi kubu The Reds. Sebuah gol kembali sukses dicetak Mane saat Liverpool menghajar sang tamu (yang kebetulan juga merupakan juara Liga Premier Inggris musim lalu) , Leicester City dengan skor akhir 4-1 pada Sabtu (10/9/2016) lalu.

Bentrokan dengan sang juara bertahan di Anfield pada Sabtu lalu tersebut semacam pembuktian akan performa Sadio Mane yang terus mennanjak sejak musim kompetisi 2016-2017 bergulir.

Sejauh ini, dua gol serta tiga assist sukses dicatatkan Sadio Mane sejak dirinya bergabung bersama The Reds. Raihan hasil tersebut cukup untuk membawa Liverpool bertengger di posisi lima klasemen sementara Liga Premier Inggris musim ini dengan perolehan total tujuh poin, selisih lima poin dari pemimpin klasemen saat ini, Manchester City.

Performa impresif Mane bersama skuad asuhan Jurgen Klopp tersebut kini menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Bahkan banyak kini yang mensejajarkan sosok pemain berusia 24 tahun tersebut dengan salah satu legenda The Reds, John Barnes.

Kelincahan serta penyelesaian akhir efektif pemain sayap legendaris The Reds era 1987-1997 tersebut memang terkenal cukup disegani para pemain belakang lawan pada masanya.

Disejajarkan dengan Legenda The Reds

Ditanya tentang pujian yang menghujani dirinya, mantan pemain Southampton tersebut menjawab dengan penuh kerendahan hati, “Disejajarkan dengan nama seorang pemain legendaris merupakan sebuah perolehan yang luar biasa, namun saya bahkan masih sangat muda dan akan terus belajar.

“Saya merasa saya harus memberikan kontribusi terbaik saya untuk tim dan hal yang paling penting yaitu tetap berusaha untuk ke depannya bersama Liverpool,” komentar Mane.

“Seorang penyerang pasti akan merasa senang jika mengetahui kehadiran sosoknya ditakuti para pemain belakang lawan. Ya tentu saja, karena hal itu tentu akan memudahkan bagi saya untuk melakukan tugas saya di lini depan,” Mane menambahkan.

Saido Mane yang merupakan lulusan dari akademi Metz tersebut juga menyebutkan bahwa dirinya merasa sangat mudah beradaptasi dengan gaya bermain ala Jurgen Klopp.

Hal tersebut menurut Mane juga merupakan salah satu faktor pendukung atas performa menakjubkannya meski ini merupakan musim perdananya  bersama The Reds.

“Saat anda bergabung dengan tim baru, kadang sulit rasanya untuk beradaptasi ke dalam permainan tim tersebut. Namun bagi saya, sejak saya bergabung bersama Liverpool, bermain di sini rasanya terlihat mudah .

“Belum lagi dengan dukungan jajaran pemain luar biasa semacam (Daniel) Sturridge, (Philippe) Coutinho, serta (Roberto) Firmino. Saya merasa cukup mudah beradaptasi dengan gaya bermain disini dan juga saya berharap untuk kedepannya sayabisa mencetak lebih banyak gol untuk Liverpool,” tutup penyerang kelahiran Sedhiou tersebut.

Liverpool mendatangkan Sadio Mane dengan biaya transfer sebesar 33 juta pounds (atau setara Rp 598 miliar) dari Southampton pada bursa transfer musim panas lalu. Nilai tersebut merupakan nilai transfer kedua termahal sepanjang sejarah yang dikeluarkan kubu The Reds.

Rekor biaya transfer tertinggi yang pernah dikeluarkan Liverpool saat ini masih dipegang oleh transfer Andy Caroll dari Newcastle United yang mencapai 34 juta pounds (atau setara Rp 616 miliar) pada 2011 lalu.