Azmoun : Liverpool Melaju Dijalan Yang Salah

Penyerang Rostov yang bernama Sardar Azmoun telah mengatakan bahwa merupakan kesalahan jika bergabung dengan Liverpool di jendela transfer Januari.

Pemain yang berumur 22 tahun tersebut memang begitu santer dikaitkan atas kepindahannya ke Anfield. Yang mana penampilannya sangat mengesankan di babak penyisihan grup ajang Liga Champions. Saat timnya berhadapan dengan Bayern Munchen dan Atletico Madrid.

Akan tetapi, pemain tim nasional Iran itu memberikan penolakan atas tawaran yang pernah diberikan oleh Liverpool. Karena dirinya tidak ingin dijadikan pemain pelapis, yang mana Sadio Mane telah kembali dari tugasnya di Piala Afrika dalam membantu tim nasional Senegal.

Sardar Azmoun

azmoun usai mencetak gol

Penyataan Azmoun Saat Mendapatkan Tawaran Dari Liverpool

“Liverpool sempat melakukan pertemuan dengan saya, karena pihak klubnya menginginkan jasa saya di bursa trasnfer musim dingin lalu,” ujar Azmoun kepada media setempat.

“Saya berpikir bukan waktu yang tepat untuk bergabung bersama Liverpool. Jika saya memutuskan untuk bermain disana, maka saya akan mendapatkan waktu beramin yang sedikit. Dan banyak menghabiskan waktu sebagai pemain cadangan saja,” tambahnya.

“Liverpool ketika itu hanya mencari untuk kekosongan pada posisi tertentu untuk bisa mengakhir musim dengan mereka,” ucapnya.

Azmoun yang dijuluki Messi dari Iran itu sering dimainkan untuk tim nasional dan juga Rostov. Dan dia pun mengakui bahwa dirinya suatu hari dapat bergabung bersama tim besar dalam waktu dekat.

“Sebagai pemain saya pun juga ingin berkembang dan bermain bersama klub besar dan karena itu saya harus menunjukkan kualitas yang saya miliki untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Karena saya memiliki keyakinanm bahwa saya akan bermain dengan klub top Eropa dalam waktu dekat,” tutupnya.

Azmoun yang kini masuk dalam skuad Iran dalam kualifikasi Piala Dunia 2018, yang akan berhadapan dengan Qatar dan Cina pada tanggal 23 Maret dan 28. Dengan memiliki kesemapatan itu, dia harus menunjukkan permainan terbaiknya, jika dirinya berniat untuk bermain di klub elite Eropa.

Azmoun Tolak Tawaran Dari Liverpool

Sardar-Azmoun-Rostov

azmoun yang sedang selebrasi

Sadar Azmoun yang merupakan sepakbola asal dari Iran, menyatakan bahwa sempat diberikan tawaran untuk gabung bersama Liverpool di bulan Januari silam. Tetapi, sekarang ini dia merasakan lega, karena sudah menolak atas penawaran tersebut.

Pemain berusia 22 tahun itu yang kini masih membela klub asal Rusia bersma FC Rostov. Dimana penampilannya bersama klub tersebut begitu gemilang sehingga banyak klub Eropa yang menginginkan jasanya. Termasuk klub asal inggris, Liverpool memiliki minat untuk memboyongnya ke Anfield.

Azmoun yang memiliki gaya permainan seperti Messi, atas kemampuan yang di tunjukkan dalam penguasaan bola dan juga aselerasinya merupakan bakat yang alami dimiliki pemain tersebut. Jadi, wajar saja jika dirinya mendapatkan julukan Messi dari Iran. Menurut kabar yang sudah beredar oleh media-media lainnya.

Bermain di Liga Rusia sejak thaun 2013 bersama Rubin Kazan, sudah tercatat selama dia berkarir menggumpulkan 29 gol dalam 95 pertandingan bersama Rostov. Harap maklun, jika Liverpool begitu berharap mendapatkan jasanya di bursa transfer musim dingin lalu. Yang mana The Reds ketika itu memang mencari pemain pengganti Sadio Mane.

Pihak Liverpool yang beranggapan bahwa Azmoun memiliki permainan yang sama dengan Mane. Yang mampu memberikan serangan dari sisi sayap dan memiliki ambisi untuk mencetak gol yang sangat baik. Dikabarkan pihak Liverpool memberikan penawaran yang cukup mahal kepada Rostov.

Sangat disayangkan, Azmoun yang ketika itu lebih memilih utnuk menetap bersama Rostov dan menolak penawaran yang diberikan dari klub asal Inggris, Liverpool. Karena dia sadar yang hanya dijadikan cadangan untuk menggantikan posisi Mane kali itu.

Sadio Mane, Transfer Tersukses The Reds Musim Ini

sadio-mane_ap-m

Rekrutan Tersukses Musim Ini

Rekrutan teranyar Liverpool, Sadio Mane, tampaknya semakin menunjukan kontribusinya bagi kubu The Reds. Sebuah gol kembali sukses dicetak Mane saat Liverpool menghajar sang tamu (yang kebetulan juga merupakan juara Liga Premier Inggris musim lalu) , Leicester City dengan skor akhir 4-1 pada Sabtu (10/9/2016) lalu.

Bentrokan dengan sang juara bertahan di Anfield pada Sabtu lalu tersebut semacam pembuktian akan performa Sadio Mane yang terus mennanjak sejak musim kompetisi 2016-2017 bergulir.

Sejauh ini, dua gol serta tiga assist sukses dicatatkan Sadio Mane sejak dirinya bergabung bersama The Reds. Raihan hasil tersebut cukup untuk membawa Liverpool bertengger di posisi lima klasemen sementara Liga Premier Inggris musim ini dengan perolehan total tujuh poin, selisih lima poin dari pemimpin klasemen saat ini, Manchester City.

Performa impresif Mane bersama skuad asuhan Jurgen Klopp tersebut kini menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Bahkan banyak kini yang mensejajarkan sosok pemain berusia 24 tahun tersebut dengan salah satu legenda The Reds, John Barnes.

Kelincahan serta penyelesaian akhir efektif pemain sayap legendaris The Reds era 1987-1997 tersebut memang terkenal cukup disegani para pemain belakang lawan pada masanya.

Disejajarkan dengan Legenda The Reds

Ditanya tentang pujian yang menghujani dirinya, mantan pemain Southampton tersebut menjawab dengan penuh kerendahan hati, “Disejajarkan dengan nama seorang pemain legendaris merupakan sebuah perolehan yang luar biasa, namun saya bahkan masih sangat muda dan akan terus belajar.

“Saya merasa saya harus memberikan kontribusi terbaik saya untuk tim dan hal yang paling penting yaitu tetap berusaha untuk ke depannya bersama Liverpool,” komentar Mane.

“Seorang penyerang pasti akan merasa senang jika mengetahui kehadiran sosoknya ditakuti para pemain belakang lawan. Ya tentu saja, karena hal itu tentu akan memudahkan bagi saya untuk melakukan tugas saya di lini depan,” Mane menambahkan.

Saido Mane yang merupakan lulusan dari akademi Metz tersebut juga menyebutkan bahwa dirinya merasa sangat mudah beradaptasi dengan gaya bermain ala Jurgen Klopp.

Hal tersebut menurut Mane juga merupakan salah satu faktor pendukung atas performa menakjubkannya meski ini merupakan musim perdananya  bersama The Reds.

“Saat anda bergabung dengan tim baru, kadang sulit rasanya untuk beradaptasi ke dalam permainan tim tersebut. Namun bagi saya, sejak saya bergabung bersama Liverpool, bermain di sini rasanya terlihat mudah .

“Belum lagi dengan dukungan jajaran pemain luar biasa semacam (Daniel) Sturridge, (Philippe) Coutinho, serta (Roberto) Firmino. Saya merasa cukup mudah beradaptasi dengan gaya bermain disini dan juga saya berharap untuk kedepannya sayabisa mencetak lebih banyak gol untuk Liverpool,” tutup penyerang kelahiran Sedhiou tersebut.

Liverpool mendatangkan Sadio Mane dengan biaya transfer sebesar 33 juta pounds (atau setara Rp 598 miliar) dari Southampton pada bursa transfer musim panas lalu. Nilai tersebut merupakan nilai transfer kedua termahal sepanjang sejarah yang dikeluarkan kubu The Reds.

Rekor biaya transfer tertinggi yang pernah dikeluarkan Liverpool saat ini masih dipegang oleh transfer Andy Caroll dari Newcastle United yang mencapai 34 juta pounds (atau setara Rp 616 miliar) pada 2011 lalu.